Kabar Wong Bodho (KWB) – Lamongan – Desa Sidomulyo, Kec. Modo Kabupaten Lamongan bermaksud untuk melakukan rekrutmen pengisian jabatan perangkat desa yang kosong. Adapun lowongan jabatan yang diperlukan ialah Kaur Keuangan, Kasi Pemerintahan dan Kasi Kesejahteraan Masyarakat. Sesuai pengumuman resmi yang diedarkan oleh pihak panitia pelaksanaan pendaftaran bakal calon dibuka pada tanggal 29 Agustus 2025 sampai 12 September 2025.
Namun proses yang berjalan dinikmati janggal oleh beberapa warga sebab tidak adanya transparansi kepada seluruh warga. Diantaranya pembentukan panitia yang tidak melibatkan Ketua DPD lokal, hal tersebut mirip yang disampaikan oleh ketua DPD, drs. Masnun. Pihaknya tidak pernah mengenali susunan panitia penerimaan dan pengangkatan perangkat desa yang akan dijalankan.
“Saya tidak pernah mendapatkan konfirmasi ihwal hasil rapat pembentukan panitia penerimaan perangkat desa baik secara ekspresi maupun tertulis,” ujar Masnun.
Masnun juga mengaku cuma mengetahui dari anak buahnya bahwa Ketua Panitia dijabat oleh Mashud yang notabene adalah seorang perangkat desa selaku Kaur Umum, sementara Sekretaris Panitia juga dirangkap oleh Siswanto yang juga seorang Sekdes.
Selain itu, kejanggalan lain juga tercium oleh warga dengan adanya dugaan pungutan liar atau perdagangan jabatan. Dugaan ini dikenali setelah adanya kabar bahwa para pendaftar dikenakan ongkos sebesar Rp. 250 juta. Dengan adanya biaya sebesar itu menutup bagi peminat untuk mendaftar alasannya adalah tidak mampu menyanggupi patokan terkait ongkos tersebut.
“Harus bayar Rp. 250 juta, jadi karenanya banyak peminat mengurungkan diri katena tidak bisa membayar. Padahal mereka yang mengurungkan diri tergolong orang – orang yang punya mutu dan kapabilitas lebih baik,” ungkap salah satu warga. “Adanya ongkos yang mesti dibayar ini juga membuka potensi bagi mereka yang mungkin secara kualitas umumsaja asal mampu bayar, ada kesempatan lolos mengisi jabatan perangkat desa,” tutupnya.
Harapannya, proses rekrutmen perangkat desa ini dilakukan secara transparan dan fair, semoga semua peminat mempunyai kesempatan yang sama untuk menduduki jabatan perangkat desa yang kosong secara adil dan fair.
Penulis: Tim – Editor: Bwrd