SURABAYA, 3 September 2025. Kabar Wong Bodho (KWB) – Pasca demonstrasi anarkis bertajuk “Suroboyo Nolak Wong Ruwet”, warga Kota Pahlawan dengan tegas menolak segala bentuk agresi anarkisme. Aksi demonstrasi yang belakangan marak justru kerap berujung pada kekerasan dan langkah-langkah destruktif sehingga sangat meresahkan masyarakat.
Situasi tersebut menjadi sorotan aneka macam unsur penduduk Surabaya, mulai dari organisasi penduduk (ormas), komunitas pemuda, sampai tokoh agama. Mereka sepakat menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk agresi anarkis yang hanya merusak ketertiban umum.
Sikap ini salah satunya ditegaskan oleh tokoh ormas sekaligus jurnalis, Faris Brewoks. Dalam pernyataannya bersama komunitas jurnalis dan perwakilan masyarakat di wilayah aturan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Faris menekankan bahwa warga Surabaya menolak aksi anarkis.
“Atas nama warga Jawa Timur, utamanya Surabaya, kami sepakat: anarkisme dan demo anarkis harus minggir dari kota ini. Surabaya menolak wong ruwet,” tegas Faris Brewoks saat berkumpul bersama bagian penduduk di Pos Pantau Polantas 90 Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Selasa (2/9/2025) malam.
Faris juga menyatakan santunan sarat kepada pegawanegeri penegak aturan TNI–Polisi Republik Indonesia dalam mengambil langkah tegas dan terukur terhadap agresi-aksi anarkis.
“Kami bareng elemen masyarakat dan unsur ormas siap menyatukan barisan Jogo Suroboyo. Keamanan kota ini harga mati,” ucapnya lantang.
Pantauan awak media di Pos Pantau Polantas 90 (Pos Lantas Palembung) menunjukkan suasana kebersamaan antara penduduk dan pegawanegeri. Mereka menyerukan slogan “Perak Bersahaja, Wani Aman” selaku simbol tekad menjaga ketertiban.
Terpisah, Ipda Wiji, Kanit Lantas Pos Pantau Polantas 90, memberikan apresiasi atas pemberian penduduk kepada Polri.
“Atas nama jajaran Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, kami mengucapkan terima kasih atas santunan warga. Jangan gampang terhasut untuk melaksanakan tindakan yang mengarah pada pidana,” ungkapnya.
Ia menyertakan bahwa jajaran Polisi Republik Indonesia, khususnya di wilayah Tanjung Perak, berkomitmen untuk hadir saban hari melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat sesuai acara Polri Presisi yang responsif dan akuntabel.
Dengan sinergi pegawapemerintah, pemerintah, dan unsur masyarakat, Surabaya ditegaskan tetap aman, aman, dan tidak akan pernah goyah oleh provokasi pihak mana pun.
NKRI harga mati, Jogo Suroboyo!
Redaksi: Mst
Editor: Mnd












